Rabu, 08 September 2010
   
Text Size

Mode pencarian artikel :

Opening Ceremony Piala Konfederasi 2009 Berlangsung Meriah

Opening Ceremony Piala Konfederasi 2009 Berlangsung Meriah

Laporan : Andriyanto W.-Farid Fandi, dari Johannesburg, Afsel

JOHANNESBURG - Opening ceremony Piala Konfederasi 2009 tadi malam berlangsung meriah. Perpaduan antara sepak bola dan budaya Afrika melebur menjadi harmoni indah yang tidak terlupakan. Gemuruh sekitar 55 ribu penonton di Stadion Ellis Park, Johannesburg, Afrika Selatan (Afsel), membuat suasana semakin heboh.

Opening ceremony berlangsung singkat. Sekitar 20 menit. Acara itu dihadiri Presiden Afsel Jacob Zuma dan Presiden FIFA Sepp Blatter. Sekitar 700 anak dan remaja berkaus putih lengan panjang dan celana cokelat membuka acara. Mereka berjalan memasuki lapangan yang ditutupi terpal hijau dan membentuk lingkaran.

Sebuah replika rumah adat Afrika dan dua mistar gawang ditempatkan di lingkaran tengah. Delapan bocah pria dan wanita berkulit hitam dan putih tampak asyik bermain bola. Adegan itu menggambarkan bahwa sepak bola adalah olahraga universal yang bisa dilakukan siapa saja tanpa membedakan warna kulit.

Penyanyi dan seniman Afrika ikut beraksi. Mereka menyumbangkan suara dan kreativitas di tengah lapangan. Selanjutnya, sejumlah penari dengan berpakaian adat Afrika menunjukkan gerakan gemulai yang membuat penonton makin bergoyang. Selanjutnya, 700 anak itu berpencar membentuk tulisan Ke Nako yang berarti ''Inilah Saatnya''.

Kemudian, mereka berkumpul di tengah dan membentuk konfigurasi bendera Afsel. Adegan selanjutnya, mereka mengecat kaus putihnya sesuai dengan warna bendera Afsel. Yakni, biru, kuning, hijau, merah, putih, dan hitam.

Sejumlah remaja kemudian memasuki lapangan sembari mengusung kain putih raksasa dan berjalan menutupi anak-anak. Dari dalam kain, para murid mengecat kain tersebut hingga tampak logo Piala Konfederasi 2009. Sejumlah penampil masuk membawa bendera delapan negara peserta yang melingkari logo Piala Konfederasi. Prosesi upacara pembukaan diakhiri dengan menarik logo Piala Konfederasi.

''Ke Nako. Inilah saatnya FIFA Confederations Cup 2009 dimulai,'' kata Zuma yang disambut gemuruh tepuk tangan penonton. Dalam sambutannya, Blatter menyatakan bangga dengan Afsel yang mampu membuat Piala Konfederasi 2009 menjadi spesial. Dia berharap, sukses Piala Konfederasi 2009 berlanjut ke Piala Dunia 2010.

''Hari ini (kemarin, Red) saya merasa bangga dan terhormat untuk hadir di sini. Terima kasih untuk Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma yang mendukung penuh even ini,'' kata Blatter. (*/ca)

Login Form