- Posted by : Asdos 2021
- on : July 24, 2026
Penulis:
Bryna Calista
Editor:
Irfani
Mahasiswa
Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana (UNIGA) Malang kembali
melaksanakan Kuliah Kerja Komunikasi (KKK) di Desa Mandesan, Kabupaten Blitar.
Kehadiran mahasiswa disambut positif oleh Pemerintah Desa Mandesan sebagai
bentuk kolaborasi dalam mendukung pengembangan potensi desa melalui strategi
komunikasi dan publikasi digital.
Kepala Desa
Mandesan menjelaskan bahwa desa yang dahulu berstatus sebagai desa tertinggal
kini telah berkembang menjadi desa mandiri. Perubahan tersebut merupakan hasil
pembangunan yang dilakukan secara berkelanjutan selama tiga periode
kepemimpinannya, salah satunya melalui pemanfaatan aset desa yang sebelumnya
kurang produktif menjadi Wisata Edukasi Bon Jambu.
Perintisan
desa wisata dimulai pada 2019 dengan memanfaatkan tanah kas desa untuk budidaya
tanaman jambu. Meskipun sempat terhenti akibat pandemi COVID-19, pengembangan
wisata kembali dilanjutkan dan kini mampu memberikan kontribusi terhadap
peningkatan Pendapatan Asli Desa (PAD). Saat akhir pekan, Wisata Edukasi Bon
Jambu dapat menarik sekitar 500 hingga 800 wisatawan.
Menurut
Kepala Desa Mandesan, keberhasilan pengembangan wisata tersebut tidak terlepas
dari kolaborasi antara pemerintah desa dan masyarakat. Warga diberikan
pelatihan budidaya tanaman buah serta didorong untuk berpartisipasi aktif dalam
mendukung keberlanjutan desa wisata sehingga manfaat ekonomi dapat dirasakan
secara bersama.
Ia juga
mengapresiasi kontribusi mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi UNIGA yang
selama beberapa tahun terakhir melaksanakan Kuliah Kerja Komunikasi di Desa
Mandesan. Berbagai konten digital yang diproduksi mahasiswa dinilai mampu
memperluas jangkauan promosi Wisata Edukasi Bon Jambu melalui berbagai platform
media sosial.
"Mahasiswa
Ilmu Komunikasi UNIGA sangat membantu di bidang pemasaran. Konten-konten yang
dibuat dan dipublikasikan melalui media sosial menjadikan Wisata Edukasi Bon
Jambu semakin dikenal masyarakat, tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga di
berbagai daerah lainnya," ungkapnya.
Pemerintah
Desa Mandesan juga berharap masyarakat semakin memahami pentingnya promosi
digital dan berperan aktif dalam memperkenalkan potensi desa melalui media
sosial. Keterlibatan masyarakat dinilai menjadi faktor penting dalam menjaga
keberlanjutan pengembangan desa wisata.
Melalui
pelaksanaan Kuliah Kerja Komunikasi tahun ini, Pemerintah Desa Mandesan
berharap mahasiswa dapat membangun kolaborasi yang erat dengan masyarakat serta
memberikan kontribusi nyata dalam mengembangkan potensi desa. Sinergi tersebut
diharapkan mampu memperkuat promosi Wisata Edukasi Bon Jambu sehingga semakin
dikenal luas dan memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat Desa
Mandesan.
