- Posted by : Asdos 2021
- on : July 15, 2026
Penulis :
Bryna Calista
Editor :
Irfani
Mahasiswa
Semester 6 Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Gajayana Malang (UNIGA)
menunjukkan kompetensinya melalui penyelenggaraan News Anchor Competition Jawa
Timur 2026 yang digelar pada Senin (13/7/2026). Kegiatan ini merupakan
implementasi mata kuliah Manajemen Event yang dirancang untuk memberikan
pengalaman nyata kepada mahasiswa dalam merencanakan, mengelola, hingga
mengevaluasi sebuah kegiatan secara profesional.
News Anchor
Competition Jawa Timur 2026 diselenggarakan sebagai wadah bagi pelajar SMA/SMK
sederajat dan mahasiswa dari berbagai daerah di Jawa Timur untuk mengembangkan
kemampuan di bidang jurnalistik, public speaking, dan penyiaran. Melalui
kompetisi ini, peserta didorong untuk menunjukkan kemampuan menyampaikan
informasi secara akurat, komunikatif, serta sesuai dengan kaidah jurnalistik.
Berbeda
dengan kompetisi sejenis pada umumnya, seluruh peserta diwajibkan menyusun
naskah berita secara mandiri sebelum membawakannya di hadapan dewan juri.
Ketentuan tersebut menjadi tantangan tersendiri karena peserta tidak hanya
dinilai dari teknik penyampaian berita, tetapi juga kemampuan mengolah fakta
menjadi naskah yang runtut, informatif, dan memiliki nilai berita.
Di balik
terselenggaranya kompetisi ini, mahasiswa Semester 6 Program Studi Ilmu
Komunikasi UNIGA berperan sebagai panitia yang mengelola seluruh rangkaian
kegiatan, mulai dari perencanaan konsep, penyusunan proposal, publikasi,
koordinasi dengan peserta, dewan juri, dan tamu undangan, hingga pelaksanaan
acara. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembelajaran berbasis
praktik yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan manajerial,
komunikasi, kepemimpinan, serta kerja sama tim.
Kegiatan
ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika Kota Batu,
Ipung Setiawan, S.E., M.M., serta Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi
Universitas Gajayana Malang, Muhammad Asnan, S.Sos., M.I.Kom. Kehadiran
keduanya menjadi bentuk dukungan terhadap mahasiswa dalam menyelenggarakan
kompetisi yang tidak hanya bernilai akademik, tetapi juga berkontribusi
terhadap pengembangan kompetensi generasi muda di bidang komunikasi dan
penyiaran.
Dalam
sambutannya, Muhammad Asnan menyampaikan bahwa mahasiswa di era saat ini tidak
cukup hanya menguasai teori di bangku perkuliahan. Menurutnya, keseimbangan
antara pemahaman akademik dan pengalaman praktik menjadi aspek penting dalam
membentuk lulusan yang memiliki kompetensi serta mampu beradaptasi dengan
kebutuhan dunia kerja. Melalui kegiatan seperti News Anchor Competition,
mahasiswa memperoleh kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari
sekaligus mengembangkan kemampuan profesional sejak masih berada di lingkungan
kampus.
Kompetisi
ini dinilai oleh dewan juri yang terdiri atas Rahmawati, S.I.Kom., CPS., Irfani
Zukrufillah, S.Sos., M.I.Kom., dan Novi Ratriningtyas, S.I.Kom., M.I.Kom.
Penilaian dilakukan secara objektif berdasarkan kualitas naskah berita,
penguasaan materi, teknik penyampaian, artikulasi, intonasi, ekspresi, gestur,
serta profesionalisme peserta dalam membawakan berita.
Setelah
melalui proses penilaian, Rachel Aurellia Silvan dari SMA Kristen Petra 2
Surabaya berhasil meraih Juara I kategori SMA/SMK sederajat. Posisi Juara II
diraih oleh Bunga Arsistawa dari SMA Ma’arif NU Pandaan, sedangkan Juara III
diraih oleh Revlin Armanda Dewi dari SMKN 1 Kota Malang.
Sementara
itu, pada kategori mahasiswa, Viana Putri Aisyah dari Universitas Negeri
Surabaya berhasil meraih Juara I. Posisi Juara II diraih oleh Naufilla Tsania
Fatihah Al-Madani dari Universitas Terbuka, sedangkan Juara III diraih oleh
Sylvia Aprillia Permata Sari dari Universitas Kadiri.
Penyelenggaraan
News Anchor Competition Jawa Timur 2026 menjadi wujud implementasi pembelajaran
berbasis praktik yang diterapkan Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas
Gajayana Malang. Melalui mata kuliah Manajemen Event, mahasiswa tidak hanya
memperoleh pemahaman konseptual di ruang kuliah, tetapi juga pengalaman
langsung dalam merancang dan menyelenggarakan kompetisi berskala regional.
Pengalaman tersebut diharapkan mampu memperkuat kompetensi profesional mahasiswa
sekaligus menegaskan komitmen Program Studi Ilmu Komunikasi UNIGA dalam
menghadirkan pembelajaran yang aplikatif, inovatif, dan memberikan manfaat bagi
masyarakat.
