Skip to Content
Loading...
Admin Uniga
Admin Uniga
Online
Halo 👋
Ada yang bisa dibantu?
English Version

Terik Kulminasi, Mahasiswa UNIGA Malang Pilih Menepi

Terik Kulminasi, Mahasiswa UNIGA Malang Pilih Menepi

MALANG – Siang itu terik, halaman depan student center UNIGA Malang yang biasanya ramai oleh mahasiswa yang berdiskusi dan bersantai terlihat lebih lengang. Sinar matahari sedang pada puncaknya jatuh tegak lurus akibat fenomena hari tanpa bayangan. Beberapa bangku kosong, dan langkah mahasiswa yang melintas tampak lebih cepat mencari naungan. Mereka lebih memilih beraktivitas di dalam gedung atau ruang kemahasiswaaan.

Kondisi ini menjadi perhatian sejumlah dosen di kalangan Universitas Gajayana Malang (UNIGA Malang). Hampir semua prodi dari FTI, FISB, maupun FEB terimbas dengan cuaca ini. Tidak hanya bagi diri dosen dan civitas namun juga keaktifan mahasiswa di kelas. Dalam dua minggu terakhir hingga 14 Oktober 2026, mereka mengamati sejumlah mahasiswa izin tidak masuk kuliah secara bergantian karena sakit. Jumlah mahasiswa yang hadir di kelas maupun yang beraktivitas di area kampus pun terlihat berkurang.

Cuaca terik yang melanda kampus belakangan ini erat kaitannya dengan fenomena hari tanpa bayangan, saat matahari berada tepat di atas kepala sehingga bayangan benda nyaris tidak terlihat pada siang hari. Ditambah dengan minimnya tiupan angin, suhu di lingkungan kampus terasa lebih menyengat dibanding biasanya. Kombinasi kedua hal ini membuat tubuh lebih mudah lelah dan rentan terhadap gangguan kesehatan, terutama bagi mereka yang banyak beraktivitas di luar ruangan.

Dari pengamatan para dosen, pola izin sakit mahasiswa itu tidak datang sekaligus, melainkan bergantian dari hari ke hari. Seorang mahasiswa izin hari ini, lalu digantikan mahasiswa lain pada hari berikutnya, sehingga kelas tetap berjalan namun dengan jumlah peserta yang naik turun.

Suasana di depan student center menjadi salah satu titik yang terasa perubahannya. Area terbuka yang sering menjadi sasaran bersantai bahkan penuh dan antre kursi, kini terasa leluasa. Ibarat pesta telah usai, mahasiswa cenderung memilih ruang-ruang tertutup untuk beraktivitas. Pergeseran kebiasaan ini turut memperkuat kesan kampus yang lebih lengang dari biasanya pada jam-jam tertentu.

Tak ayal, para dosen pun mengimbau agar para pencari ilmu senantiasa menjaga kesehatan, sehingga esok hari dapat kembali menimba ilmu dan pengalaman serta kembali bergelora dalam menjalani perkuliahan di kampus tercinta.

Share

Related Posts

Confirmation of Closure

Are you sure you want to close this video playback?