- Posted by : admin PTI
- on : November 03, 2026
MALANG – Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) Universitas Gajayana Malang (UNIGA Malang) menyelenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Machine Camp #10 di Aula FTI UNIGA Malang dan Bumi Perkemahan Rojo Camp pada 30 Oktober 2026 - 1 November 2026. Kegiatan ini bertujuan sebagai sarana kaderisasi awal dan pembentukan karakter bagi mahasiswa baru Teknik Mesin. Melalui tema yang mengedepankan karakter progresif dan solidaritas kolektif, acara ini menjadi orientasi penting bagi mahasiswa baru untuk bergabung dalam keluarga besar HMM.
Program ini menekankan pentingnya adaptasi mahasiswa terhadap era Revolusi Industri 5.0 melalui sinergi, inovasi, dan keberlanjutan. Kaprodi Teknik Mesin, Agus Sudibyo, S.Pd., M.T., memberikan arahan mengenai urgensi regenerasi organisasi dan pembentukan jiwa korsa keteknikan. "Soft skill kepemimpinan menjadi fokus utama dalam kegiatan ini. Perlu diingat bahwa mahasiswa harus memiliki bekal kepemimpinan selain kemampuan dasar yang kalian pelajari di kelas," ujarnya.
Rangkaian kegiatan berlangsung dinamis selama tiga hari yang dimulai dengan upacara pembukaan dan penyampaian materi manajemen organisasi serta sejarah HMM. Memasuki hari kedua, peserta mengikuti pemantapan materi di alam terbuka melalui kegiatan outbound dan renungan malam di sekitar api unggun. Pada hari terakhir, kegiatan ditutup dengan jurit malam, prosesi pembaiatan anggota baru, serta aksi kerja bakti di area perkemahan.
Pelaksanaan diklat ini dipimpin oleh Rhemanuel G.P. selaku Ketua Pelaksana dengan melibatkan seluruh pengurus HMM dan dosen pendamping. Peserta terdiri dari lima mahasiswa angkatan 2025 dan 2026 yang menjalani seluruh tahapan orientasi dengan penuh disiplin. Ketua Umum HMM, Naufal Ardra Prayoga, turut hadir memastikan nilai-nilai loyalitas dan solidaritas tetap terjaga sepanjang jalannya acara.
Sebagai edisi spesial sepuluh tahun, Machine Camp #10 menyisipkan materi inovasi dan keberlanjutan yang relevan dengan perkembangan teknologi terkini. Pembahasan mencakup sejarah M-Solver, teknik persidangan, hingga cara berkolaborasi antara manusia dan sistem otomatis secara efektif. Inovasi materi ini dimaksudkan agar lulusan Teknik Mesin UNIGA Malang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kepekaan terhadap lingkungan.