- Posted by : admin PTI
- on : November 08, 2026
MALANG – Cahaya lampu berpendar lembut di antara deretan rak buku tinggi yang memenuhi ruangan, sementara sekelompok mahasiswa duduk mengitari meja kayu panjang dengan laptop terbuka. Suasana tenang di ruang baca Perpustakaan Universitas Gajayana (UNIGA) Malang tetap menjadi tempat favorit bagi mereka yang sedang bergelut dengan tugas kuliah. Di balik ketenangan tersebut, sebuah transformasi sedang berlangsung seiring dengan langkah perpustakaan ini mengadopsi sistem otomasi terbaru.
Perpustakaan UNIGA Malang kini resmi mengoperasikan sistem otomasi berbasis SLiMS untuk menyokong kebutuhan akademik yang semakin dinamis. Inisiatif ini digulirkan agar seluruh sivitas akademika, mulai dari mahasiswa hingga dosen, dapat mengakses layanan literasi dengan lebih fleksibel dan mudah. Penggunaan sistem yang telah lazim di berbagai perguruan tinggi di Indonesia ini menjadi tonggak penting bagi UNIGA Malang dalam memberikan pelayanan prima di era digital.
Pustakawan, Yeremia Rizky Paramasatya, S.IP., dan Natasya Adelia Ramadhanti, S.Tr.S.I., tampak sibuk mengolah setiap judul koleksi ke dalam pangkalan data digital sedangkan Bapak Dwi Yulis Susanto, S.Psi., M.M., selaku Kepala Perpustakaan UNIGA Malang, memimpin upaya modernisasi ini guna memastikan pencarian referensi kuliah menjadi lebih praktis. Proses ini melibatkan ketelitian tinggi, mulai dari menginput data bibliografi, merapikan nomor klasifikasi, hingga mengganti sampul buku yang sudah usang agar tampil lebih segar di rak. Kesibukan ini dilakukan secara bertahap untuk memastikan setiap informasi buku terekam sempurna dalam katalog daring yang bisa diakses publik.
Di era digital seperti saat ini, tentu akan lamban jika penelusuran katalog perpus masih dilakukan secara manual. Siapa yang tak akan jengah harus meneliti satu per satu buku di deretan rak tinggi. Belum lagi padatnya tugas kuliah mahasiswa yang membuat daya tarik perpus semakin menipis. Enggan untuk menyerah, menjadi satu motivasi bagi perpus untuk mendadopsi otomasi berbasis digital ini. Nantinya semua pemilik kartu sakti perpus, dapat mengecek ketersediaan buku, mereka dapat memantau status pinjaman melalui fitur Area Anggota yang tersedia dalam sistem tersebut. Keunggulan lainnya adalah integrasi dengan rujukan jurnal internasional terkemuka seperti DOAJ, SpringerOpen, serta Google Scholar yang semakin memperkaya sumber referensi ilmiah bagi seluruh sivitas.
Langkah nyata yang transformasi digital di perpustakaan bukan sekadar mengganti cara manual menjadi otomatis, melainkan upaya menjaga agar denyut nadi pengetahuan tetap mengalir lancar di lingkungan kampus. Saat para mahasiswa menutup laptop mereka dan meninggalkan ruang baca di penghujung hari, sistem baru ini akan terus bekerja di balik layar, siap melayani kebutuhan mereka kapan saja. Harapan besar tertumpu pada teknologi ini untuk menjadikan Perpustakaan UNIGA Malang sebagai jantung akademik yang selalu relevan bagi perkembangan zaman.