PKKMB 2020 Universitas Gajayana Malang (UNIGA), Maba Segera Adaptasi dan Berprestasi


Rektor Universitas Gajayana Malang (UNIGA)  Prof. Dr. Dyah Sawitri SE. MM mengimbau agar mahasiswa baru segera beradaptasi dengan lingkungan akademik perguruan tinggi dan tidak harus menunggu lama. Potensi yang dimiliki mahasiswa baru bisa segera dioptimalkan. Diantaranya melalui wadah pengembangan bakat seperti Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) atau organisasi kemahasiswaan lainnya.

Hal tersebut diungkapkan Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM., saat acara pembukaan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB), Rabu (23/9) kemarin.

“Nanti langsung akan dibina oleh pengurus BEM agar mereka segera beradaptasi. Angkatan Tahun 2020 ini kami ingin menjadi mahasiswa yang produktif dan berprestasi,” katanya.

PKKMB UNIGA digelar secara online menggunakan media youtube dan diikuti ratusan mahasiswa baru dari berbagai daerah di Indonesia. Namun hanya ada 13 mahasiswa yang mengikuti secara langsung di kampus UNIGA. Mereka adalah perwakilan dari masing-masing program studi untuk mengikuti secara simbolis penyematan almamater.

“Dengan dikenakannya almamater maka mereka sudah resmi menjadi mahasiswa UNIGA,” ungkapnya.

UNIGA dikenal sebagai kampus terdepan dan berkarakter. Terdepan dalam menghasilkan lulusan yang menguasai sains dan knowledge yang unggul. Serta berkarakter dengan lulusannya yang memiliki nilai sikap, komitmen dan berbudi luhur.

Prof Dyah mengungkapkan UNIGA berkomitmen menjadi kampus unggul di bidang riset tingkat nasional pada tahun 2026. Jadi tinggal enam tahun lagi tujuan tersebut harus tercapai.

“Caranya perlu optimalisasi pada input, proses, output, outcome untuk mencapai standar kualitas yang diinginkan,” paparnya.

Ia menegaskan meskipun PKKMB digelar secara online, mahasiswa harus tetap berpikir positif dan optimis. Para dosen juga tetap semangat melakukan proses pembelajaran untuk mencapai tujuan dari pembelajaran itu sendiri.

“Tidak boleh lengah. Karena mahasiswa punya peran strategis sebagai agen perubahan,” tegasnya. 

PKKMB UNIGA yang digelar secara offline dilaksanakan di aula kampus dan dihadiri rektor, wakil rektor, para dekan dan kepala program studi. Di akhir sambutannya, Dyah menyematkan jas almamater dan pin kepada dua mahasiswa baru secara simbolis mewakili seluruh mahasiswa baru.

Wakil Rektor II Bidang Kemahasiswaan dan Kerja Sama Dr. Djuni Farhan. MSi, mengatakan usai acara pembukaan dan paparan materi pengenalan universitas dan fakultas, selanjutnya materi PKKMB diserahkan kepada Badan Eksekutif Mahasiswa. Pengenalan almamater bersifat akademis dan membangkitkan semangat mahasiswa baru.

“Kami serahkan pada BEM untuk membina potensi setiap individu mahasiswa baru. Agar BEM tetap punya peran penting dalam PKKMB meskipun digelar secara daring,” tandasnya. (imm/jon)

Previous
« Prev Post