Gelar Vaksinasi COVID-19 Berbasis Kampus, Uniga Malang Sasar Masyarakat Luas




    MALANG - Berbagai sektor di Kota Malang kian giat menggelar vaksinasi COVID-19. Tak ingin ketinggalan, Universitas Gajayana (Uniga) Malang juga menyediakan 1.000 dosis vaksin jenis AstraZeneca, pada Kamis (14/10/2021).

     Vaksinasi massal ini digelar atas kerja sama dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI), Kodim V Brawijaya, hingga relawan.

    Hadir dalam kegiatan ini Wali Kota Malang, Sutiaji; Dandim 0833 Kota Malang, Letkol Arm Ferdian Primadhona; Kepala Dinkes Kota Malang, dr Husnul Muarif; hingga Rektor Uniga Malang, Prof Dr Dyah Sawitri.

    Sutiaji menyampaikan apresiasi atas terlaksananya vaksinasi massal tersebut. "Ini menjadi kolaborasi pemerintah dengan kampus dan masyarakat. Ada kesadaran untuk turut dalam vaksinasi. Karena apapun usaha pemerintah jika tak didukung masyarakat sama saja," ujarnya, saat meninjau pelaksanaan vaksinasi.


    Menurutnya, vaksinasi di Kota Malang kini sudah mencapai 87,90 persen untuk dosisi pertama dan dosis kedua mencapai 60 persen. Untuk itu, segala upaya terus dikuatkan guna meningkatkan herd immunity.




    "Seperti sekarang sasaran di kelurahan kita targetkan 50 sampai 1.000 (dosis vaksin) perhari. Seperti kemarin di Kasin, Klojen ada 3 RW dengan 750 vaksin dan nanti seterusnya. Pelan tapi pasti, sasaran ini kita kuatkan," tambahnya.

    Sementara itu, Prof Dr Dyah Sawitri menjabarkan bahwa vaksinasi berbasis kampus ini digelar dalam rangka mendukung program pemerintah untuk percepatan herd immunity.
    "Antusias masyarakat luar biasa. Saat kita buka pendaftaran secara online selama lima hari sudah ada 1.000 yang mendaftar. Apalagi masyarakat sekarang sudah sadar teknologi juga ya," ucapnya.
    Peserta vaksinasi ini, lanjutnya, menyasar mahasiswa hingga masyarakat umum. Dengan harapan kampus mempunyai nilai tambah di mata masyarakat. "Kami sediakan 1.000 dosis. Kami tidak membatasi 500 dosis untuk mahasiswa tapi kami sediakan untuk masyarakat," ungkapnya.




    Lebih jauh, hal ini juga untuk mempersiapkan perkuliahan tatap muka terbatas yang rencananya akan dilaksanakan di akhir bulan Oktober 2021 mendatang.

    Pelaksanaan tatap muka ini nantinya akan dikhususkan bagi angkatan tahun 2020 dan 2021 dengan skema pembelajaran hybrid. "Rencananya akhir Oktober 2021 sudah melaksanakan tatap muka terbatas. Dengan syarat sudah dilakukan vaksinasi dua kali dan punya PeduliLindungi," pungkasnya.

    Sumber: Kumparan



    Archive

    Hubungi Kami

    Send