- Posted by : Asdos 2021
- on : June 07, 2026
Penulis:
Wirayuda
Editor: Irfani
Dalam
rangka meningkatkan publikasi ilmiah internasional bereputasi, Program
Pascasarjana Universitas Gajayana (Uniga) Malang sukses menyelenggarakan
Workshop Systematic Literature Review (SLR). Acara ilmiah ini berlangsung pada
Jumat, 5 Juni 2026, bertempat di Aula Pascasarjana Uniga Malang.
Untuk
mengakomodasi antusiasme yang tinggi, workshop ini diselenggarakan secara
hybrid, yakni daring dan luring langsung di lokasi. Tercatat, sebanyak 100
peserta yang terdiri dari dosen, peneliti, serta mahasiswa pascasarjana turut
ambil bagian dalam kegiatan ini.
Workshop
ini menghadirkan pakar sekaligus praktisi akademis, Fachrudin Pakaja, M.T.,
sebagai narasumber utama. Dalam pemaparannya, Fachrudin Pakaja, M.T.,
menjelaskan secara komprehensif mengenai pentingnya metode Systematic
Literature Review (SLR) dalam penerapan penelitian saat ini. Menurutnya, SLR
bukan sekadar merangkum bacaan, melainkan sebuah metode penelitian yang
terstruktur, transparan, dan dapat direplikasi untuk menjawab pertanyaan
penelitian yang spesifik.
"Metode
SLR memiliki peluang yang sangat besar untuk diterima di jurnal internasional
bereputasi seperti Scopus, asalkan dilakukan dengan protokol yang ketat dan
pemilihan database literatur yang tepat," ujar Fachrudin di hadapan para
peserta luring maupun daring.
Sesi inti
workshop kali ini secara khusus membedah salah satu momok terbesar para
peneliti yakni menemukan dan memperkuat novelty (kebaruan) penelitian.
Fachrudin menegaskan bahwa banyak artikel berbasis SLR ditolak oleh reviewer
Scopus karena hanya menyajikan data deskriptif tanpa menawarkan arah baru bagi
keilmuan tersebut.
Narasumber
membagikan tips and tricks taktis bagaimana metode SLR digunakan sebagai alat
bedah untuk memetakan research gap (celah penelitian) demi melahirkan novelty
yang kuat. Identifikasi Research Gap yang Akurat: Menggunakan SLR untuk melihat
tren riset yang sudah jenuh dan mencari sudut pandang atau variabel yang selama
ini terabaikan oleh peneliti terdahulu.
Memastikan
artikel yang dipilih benar-benar relevan agar sintesis data yang dihasilkan
mampu melahirkan teori atau kerangka konseptual baru. juga menyajikan analisis
kritis yang menunjukkan kontribusi nyata penelitian terhadap perkembangan ilmu
pengetahuan, bukan sekadar menampilkan grafik kuantitatif atau jumlah publikasi
tahunan. "Scopus mencari artikel yang memberikan arah baru bagi masa depan
riset. Melalui SLR yang benar, kita bisa menunjukkan dengan hitam di atas putih
di mana posisi kebaruan penelitian kita di antara ribuan penelitian dunia yang
sudah ada," jelas Fachrudin.
Meskipun
sebagian peserta mengikuti secara daring, interaksi tetap berjalan sangat
dinamis terutama saat sesi bedah draf artikel. Pihak pengelola Pascasarjana
Uniga Malang berharap melalui fokus penguatan novelty ini, mutu artikel ilmiah
civitas akademika Uniga Malang mengalami lompatan kualitas yang signifikan
sehingga mampu bersaing di tingkat global.
Dengan
suksesnya acara ini, Universitas Gajayana Malang terus membuktikan komitmennya
sebagai perguruan tinggi yang aktif mendorong hilirisasi riset dan peningkatan
reputasi akademik di kancah internasional.
